Showing posts with label Mike Ahyu Puspita. Show all posts
Showing posts with label Mike Ahyu Puspita. Show all posts

Monday, 10 November 2014

Mengetahui Sejenak apa itu Ebola?

 Gejala dan infeksi virus Ebola
Ebola Virus

Pengertian

Virus Ebola atau Ebola Virus yang biasa disingkat dengan EBOV, merupakan satu keluarga dengan penyakit demam hemorrhagic Ebola. Jika kita terkena virus ini maka kita akan terkena penyakit demam berdarah ebola. Ebola pertama kali muncul sekitar tahun 1976 dalam 2 wabah simultan di sudan, yambuku, nzara. Penyakit ini ditemukan disekitar desa yang berada dekat dengan sungai ebola maka dari itu virusnyapun diberi nama virus ebola. 
Virus ini diperkirakan berasal dari negara afrika.

Penyebab Penyakit

Ebola bisa disebabkan oleh darah atau kita terkena infeksinya langsung. Biasanya virus ini dibawa oleh suatu hewan tertentu seperti monyet dan kelelwar buah. Kita bisa kapan saja terinfeksi kalau terkena langsung darah dan cairan yang terinfeksi pada hewan tersebut. Sampai saat ini belum diketahui apakan ebola bisa tersebar melalui udara. Namun yang lebih penting anda harus jauhi kontak langsung dengan hewan yang terjangkit virus ini.

Jenis Ebola Virus

terdapat beberapa jenis virus yang berbeda pada spesies ebola virus antara lain
  • Bundibugyo Ebola Virus (BDBV)
  • Zaire Ebolavirus (EBOV)
  • Reston Ebolavirus (RESTV)
  • Sudan Ebolavirus (SUDV)
  • TAI Forest Ebolavirus (TAFV)
Spesies RESTV dan TAFV biasa ditemukan disekitar wilayah negara Filipina dan Republik Rakyat China. Namun kedua virus tersebut sama sekali tidak terbukti mampu membunuh seorang pasien.

 Gejala Virus Ebola


  • Demam dengan secara  tiba - tiba
  • Otot terasa nyeri sekali
  • Merasa sakit kepala yang sangat hebat
  • Tenggorokan terasa sangat sakit
  • Muntah
  • Sering Diare
  • Munculnya ruam - ruam
  • Terjadi gangguan fungsi ginjal
  • Terjadi gangguan juga dengan fungsi hati
  • Penurunan fungsi Liver
  • Terjadi pendarahan diluar dan di dalam ketika penyakitnya sudah menjadi cukup parah
  • Terjadi penuruna sel darah dan trombosit putih pada tubuh
  • Enzim dalam hati meningkat
Gejalanya akan terlihat setelah terjadinya proses inkubasi sekitar 2 - 6 hari.

Diagnosis

Ada beberapa jenis tes yang harus dilakukan untuk melihat apakah anda benar - benar terkena virus itu atau tidak. Ini dia beberapa jenis tes yang harus anda lalui :
  • Tes Deteksi Antigen
  • Mikroskop Elektron
  • Antibodi capture enzyme linked immunosorbent essay
  • Isolasi Virus dengan kultur sel


Perawatan Untuk Orang yang yang Terkena Virus Ebola

  • Belum ada obat dan penanganan khusus untuk penderita 
  • Tentunya pasien sangat memerlukan perawatan intensif
  • Ketika pasien merasa sangat dehidrasi atau seing kehausan, akan membutuhkan rehidrasi oral dengan larutan yang mengandung elektrolit atau cairan intravana untuk menyeimbangkan kembali elektrolit
  • Harus meningkatkan darah dan oksigen
  • Sedangkan terapi dan obat lainnya masih sedang dalam uji coba

Melakukan Pencegahan

  • Jika anda memiliki babi ataupun monyet  anda harus seing membersihkannya dengan hypochlorite atau dengan berbagai pembersih lainnya agar HEwan tidak mudah terjangkit virus.
  • Jika terdeteksi salah satu hewan mengidap penyakit ini segeralah karantina hewan tersebut dan pisahkan dengan yang lainnya agar tidak meluas.
  • Bangkai hewan yang terinfeksi harus segera dibakar dan dikubur
  • Agar wabah tidak meluas jangan membawa hewan ternak tadi keluar wilayah peternakan
  • Memberikan penyuluhan agar tidak terjadi penularan hewanpada manuasi dan penularan manusia pada manusia

Peringatan

Penyakit Ebola adalah enyakit yang sangat dihindari dari dunia ini, Mengapa?. Karena ebola dapat membunuh siapa saja dalam kurun waktu 6 - 20 hari. Selain sangat cepat virus ini juga belum ada obat untuk menyebuhkannya maka dari itu penyakit ini cukup berbahaya.
Inilah alasan mengapa ketika jakarta diduga terjangkit penyakit ini harus segera diklarifikasi karena dapat meresahkan dan berbahaya. Namun untung saja jakarta ternyata bebas dari virus ebola ataupenyakit demam berdarah ebola. 

Cara Mengetahui Apakah Anda Menderita Diabetes?



Jika Anda mengalami tanda-tanda berikut ini, waspadalah dan harap memeriksakan diri ke dokter.
  • Sering buang air kecil
  • Sering merasa haus
  • Pandangan mata terganggu, terasa kabur
  • Berat badan turun tanpa sebab
  • Sering mengalami gatal-gatal atau infeksi kulit.
Itulah tanda-tanda kadar gula darah tinggi atau hiperglikemia. Anda juga bisa mengalami tanda-tanda hipoglikemia atau kadar gula darah terlalu rendah.
  • Sering merasa lapar
  • Sering merasa gelisah
  • Berkeringat berlebihan
  • Gemetar
  • Kesadaran menurun.
Nah, tanda-tanda yang mana yang Anda alami? Keduanya sama berbahaya. Anda harus memeriksakan diri ke dokter.
Tetapi dari gejala saja, Anda sulit memperkirakan diri Anda mengidap diabetes. Gejala-gejala tersebut merupakan keluhan yang sifatnya biasa, tidak istimewa/khusus, sehingga sering terabaikan. Bahkan belakangan diketahui dari berbagai penelitian, bahwa banyak diabetes yang tidak memperlihatkan gejala sama sekali. Di Amerika diketahui jutaan pengidap diabetes yang tidak menyadari dirinya mengidap penyakit tersebut, sampai terjadi komplikasi yang sudah parah. Karena itu sebaiknya Anda lebih fokus ke faktor risiko penyakit diabetes, agar Anda bisa berjaga-jaga tidak kena penyakit tersebut.
Anda sebaiknya waspada jika memiliki salah satu atau beberapa faktor risiko berikut ini:
  • Kelebihan berat badan/obesitas (untuk diabetes tipe 2) atau berat badan terus menurun tanpa sebab (untuk diabetes tipe 1)
  • Hipertensi
  • Kadar kolesterol LDL dan trigliserida tinggi
  • Usia lanjut
Silakan kunjungi dokter Anda untuk periksa kadar gula darah jika Anda memiliki satu atau beberapa faktor risiko tersebut. Lebih baik menjaga agar diabetes tidak berkembang daripada membiarkan diri Anda menjadi pasien diabetes.

Cara Mudah Menjaga Kesehatan Jantung



Orang yang terus-menerus terpapar stres memiliki risiko dua kali lipat lebih besar untuk terkena serangan jantung.

Stres meningkatkan tekanan darah dan risiko penggumpalan, serta membuat tubuh melepaskan hormon kortisol yang dikaitkan dengan penyakit diabetes tipe dua dan hipertensi.

Sebuah penelitian di Belanda menyebutkan bahwa orang-orang berusia 65 hingga 85 yang selalu memiliki rasa optimis dan berpikiran positif ternyata mampu menurunkan risiko kematian karena penyakit kardiovaskular hingga 23%.

Beberapa cara sederhana berikut ini semoga bisa membahagiakan Anda dan menyehatkan jantung Anda:

Perbanyak kegiatan spiritual. Penelitian menunjukan bahwa menghadiri acara-acara keagamaan bisa menormalkan denyut jantung Anda dan mengurangi stres. Cara lain adalah dengan menyendiri dan melakukan meditasi. Manfaatkan waktu Anda hanya untuk berbicara kepada Tuhan dari hati dengan berkontemplasi. Berwisata mengunjungi tempat-tempat indah atau mengekspresikan diri Anda secara kreatif pun bisa memiliki efek yang sama.

Tahan amarah. Rasa marah bisa mengecilkan pembuluh darah, jantung berdetak kencang serta mengentalkan dan menggumpalkan darah. Saat berhadapan dengan situasi yang membuat Anda stres dan frustrasi, cobalah hitung sampai sepuluh (cara itu akan mengubah otak Anda dari emosional menjadi berpikir rasional), ambil napas dalam-dalam dan jangan ladeni orang yang menjengkelkan.

Fokus dan selesaikan. Selesaikan satu pekerjaan dalam satu waktu. Jangan pernah melakukan banyak pekerjaan dalam satu waktu.

Hindari menonton berita. Lupakan berita-berita atau kabar-kabar buruk di televisi dalam waktu seminggu saja. Suasana hati Anda akan menjadi lebih baik.

Kontrol perasaan. Perasaan yang berlebihan terhadap sesuatu, seperti ”pekerjaan ini rasanya akan membuat saya mati,” akan meningkatkan emosi Anda.
Tertawa. Kegiatan itu akan membuat pembuluh darah Anda lebih rileks dan meningkatkan aliran darah hingga 25 persen.  

Tidur cukup. Menurut Warwick Medical School, wanita yang tidur sebanyak lima jam atau kurang dalam sehari berisiko dua kali lipat terkena hipertensi daripada mereka yang tidur tujuh jam atau lebih.

Minum dan bersenang-senang. Coba minum satu atau dua sloki minuman beralkohol — tetapi jangan berlebihan.

Dengarkan musik riang. Dilihat dari hasil pemindaian melalui ultrasound, musik bernada riang dapat melebarkan arteri hingga 26 persen.

Mengobati dan Mencegah Kanker Serviks



Mengobati Kanker Serviks
Jika terinfeksi HPV, jangan cemas, karena saat ini tersedia berbagai cara pengobatan yang dapat mengendalikan infeksi HPV. Beberapa pengobatan bertujuan mematikan sel-sel yang mengandung virus HPV. Cara lainnya adalah dengan menyingkirkan bagian yang rusak atau terinfeksi dengan pembedahan listrik, pembedahan laser, atau cryosurgery (membuang jaringan abnormal dengan pembekuan).
Jika kanker serviks sudah sampai ke stadium lanjut, maka akan dilakukan terapi kemoterapi. Pada beberapa kasus yang parah mungkin juga dilakukan histerektomi yaitu operasi pengangkatan rahim atau kandungan secara total. Tujuannya untuk membuang sel-sel kanker serviks yang sudah berkembang pada tubuh.
Namun, mencegah lebih baik daripada mengobati. Karena itu, bagaimana cara mencegah terinfeksi HPV dan kanker serviks? Berikut ini beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah kanker serviks.

Mencegah Kanker Serviks
Meski kanker serviks menakutkan, namun kita semua bisa mencegahnya. Anda dapat melakukan banyak tindakan pencegahan sebelum terinfeksi HPV dan akhirnya menderita kanker serviks. Beberapa cara praktis yang dapat Anda lakukan dalam kehidupan sehari-hari antara lain:
  • Miliki pola makan sehat, yang kaya dengan sayuran, buah dan sereal untuk merangsang sistem kekebalan tubuh. Misalnya mengkonsumsi berbagai karotena, vitamin A, C, dan E, dan asam folat dapat mengurangi risiko terkena kanker leher rahim.
  • Hindari merokok. Banyak bukti menunjukkan penggunaan tembakau dapat meningkatkan risiko terkena kanker serviks.
  • Hindari seks sebelum menikah atau di usia sangat muda atau belasan tahun.
  • Hindari berhubungan seks selama masa haid terbukti efektif untuk mencegah dan menghambat terbentuknya dan berkembangnya kanker serviks.
  • Hindari berhubungan seks dengan banyak partner.
  • Secara rutin menjalani tes Pap smear secara teratur. Saat ini tes Pap smear bahkan sudah bisa dilakukan di tingkat Puskesmas dengan harga terjangkau.
  • Alternatif tes Pap smear yaitu tes IVA dengan biaya yang lebih murah dari Pap smear. Tujuannya untuk deteksi dini terhadap infeksi HPV.
  • Pemberian vaksin atau vaksinasi HPV untuk mencegah terinfeksi HPV.
  • Melakukan pembersihan organ intim atau dikenal dengan istilah vagina toilet. Ini dapat dilakukan sendiri atau dapat juga dengan bantuan dokter ahli. Tujuannya untuk membersihkan organ intim wanita dari kotoran dan penyakit.

Deteksi Kanker Serviks



Deteksi Kanker Serviks


Bagaimana cara mendeteksi bahwa seorang wanita terinfeksi HPV yang menyebabkan kanker serviks? Gejala seseorang terinfeksi HPV memang tidak terlihat dan tidak mudah diamati. Cara paling mudah untuk mengetahuinya dengan melakukan pemeriksaan sitologis leher rahim. Pemeriksaan ini saat ini populer dengan nama Pap smear atau Papanicolaou smear yang diambil dari nama dokter Yunani yang menemukan metode ini yaitu George N. Papanicolaou. Namun, ada juga berbagai metode lainnya untuk deteksi dini terhadap infeksi HPV dan kanker serviks seperti berikut:
  • IVA
IVA yaitu singkatan dari Inspeksi Visual dengan Asam asetat. Metode pemeriksaan dengan mengoles serviks atau leher rahim dengan asam asetat. Kemudian diamati apakah ada kelainan seperti area berwarna putih. Jika tidak ada perubahan warna, maka dapat dianggap tidak ada infeksi pada serviks. Anda dapat melakukan di Puskesmas dengan harga relatif murah. Ini dapat dilakukan hanya untuk deteksi dini. Jika terlihat tanda yang mencurigakan, maka metode deteksi lainnya yang lebih lanjut harus dilakukan.
  • Pap smear
Metode tes Pap smear yang umum yaitu dokter menggunakan pengerik atau sikat untuk mengambil sedikit sampel sel-sel serviks atau leher rahim. Kemudian sel-sel tersebut akan dianalisa di laboratorium. Tes itu dapat menyingkapkan apakah ada infeksi, radang, atau sel-sel abnormal. Menurut laporan sedunia, dengan secara teratur melakukan tes Pap smear telah mengurangi jumlah kematian akibat kanker serviks.
  • Thin prep
Metode Thin prep lebih akurat dibanding Pap smear. Jika Pap smear hanya mengambil sebagian dari sel-sel di serviks atau leher rahim, maka Thin prep akan memeriksa seluruh bagian serviks atau leher rahim. Tentu hasilnya akan jauh lebih akurat dan tepat.
  • Kolposkopi
Jika semua hasil tes pada metode sebelumnya menunjukkan adanya infeksi atau kejanggalan, prosedur kolposkopi akan dilakukan dengan menggunakan alat yang dilengkapi lensa pembesar untuk mengamati bagian yang terinfeksi. Tujuannya untuk menentukan apakah ada lesi atau jaringan yang tidak normal pada serviks atau leher rahim. Jika ada yang tidak normal, biopsi — pengambilan sejumlah kecil jaringan dari tubuh — dilakukan dan pengobatan untuk kanker serviks segera dimulai.